Tentang

Novel grafis berbasis augmented reality, Renjana: Dongeng Kehidupan Maestro Lengger Dariah, adalah sebuah perkenalan yang membentangkan hayat dan dedikasi seorang pelestari seni tradisi lengger.

Dariah memang menakjubkan. Alur cerita kehidupannya: seorang lelaki dari sebuah dusun Indonesia di abad ke-20 tergila-gila kepada seni tradisi lengger. Namanya Sadam, ia dirasuki Indhang, meninggalkan desanya, pergi bertualang, demi menghayati diri menjadi lengger.

Sejak menyatakan diri sebagai seorang lengger, Sadam lebur dalam kesesuaian arti jarwo dhosok lengger -diarani leng jebule jengger atau dikira perempuan tetapi laki-laki. Tak hanya tampil di panggung sebagai penari laki-laki yang merias diri serta berbusana perempuan, Sadam juga tampil mengenakan kebaya dan jarit dalam rutinas keseharian. Ia berganti nama menjadi Dariah.

Di awal abad 21, ketika Dariah berusia 83 tahun, Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Republik Indonesia tahun 2011 terdapat dalam daftar capaiannya. Dedikasi Dariah juga membangkitkan inspirasi bagi koreografer-koreografer yang menjadikan lengger sebagai akar kreatif untuk menghimpun irama gerakan yang menekankan pesan bahwa tiap manusia berhak hidup dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan persekusi.

Sebagai buku berformat novel grafis yang bertumpu pada teks dan gambar juga kelincahan desain, Renjana: Dongeng Kehidupan Maestro Lengger Dariah, juga diperkaya dengan augmented reality untuk menghadirkan pengalaman membaca yang berupaya mengaitkan persentuhan antara rilisan fisik dengan elemen digital. Hasil kerja ini hanya mungkin jadi berkat bantuan banyak pihak sebagai tim kerja.